Puisi yang aku buat sendiri. Terinspirasi dari segala sesuatu yang aku alami, aq rasakan, bahkan yang orang lain rasakan ^_^V Terima Kasih telah memberiku INSPIRASI
Tanpa kau sadari kau melewatiku
Tanpa sengaja aku melihatmu
Semua rasa yang tlah lama tak kurasakan
Kini kembali
Aku tak suka perasaan ini
Aku tak menginginkannya
Aku pun tak dapat menggubris
Bahwa aku masih menyayangimu
Ku rasakan gelapnya jiwamu
Hingga begitu cepat aku tergantikan
Ku tahu bahwa aku melepasmu
Tapi tanpa engkau sadari
Ku lakukan ini karena aku menyayangimu
Ketika ku hadirkan kau dalam doaku
Ketika ku pikir kaulah yang Tuhan kirim tukku
Ketika itu pula ku yakin Tuhan membuka jalan tuk kita
Tapi............
Kini aku tahu semua itu palsu
Apa yang Tuhan berikan
Apa yang kau katakan
Semuanya PALSU
Kau tau.......
Betapa hancurnya aku
Betapa remuknya jiwa ini
Ketika aku tahu aku dijadikan yang kedua
Ketika kau tak mengakuinya
Ketika aku terus masuk dalam kebohonganmu
Aku kuat ketika diriku ada dalam pelukanmu
Aku kuat ketika diriku melihat senyum indahmu
Aku pun kuat ketika diriku mendengar kata sayang dari bibir manismu
Tapi kini aku lemah
Tidak dapat menahanmu lebih lama
Tidak bisa membuatmu bahagia
Yang akhirnya membuatmu meninggalkanku
Keragu-raguanku pun berdatangan
Pernahkah engkau mencintaiku
Seperti ketulusanku menerima sgala kekuranganmu
Pernahkah engkau menyayangiku
Seperti kata-kata manis yang pernah kau ucapkan
Saat ku terbangun dari tidurku
Di pagi ini di pagi yang cerah
Ku sadari mimpi buruk itu benar-benar nyata
Tak bisa ku pungkiri meski sakitnya menusuk hingga ke jantung hati
Dia telah pergi
Sulit rasanya tuk melepaskan dirinya pergi
Tapi dia benar-benar telah pergi
Dan takkan kembali lagi untukku
Harapanku..Impianku..Ketulusanku..
Pergi bersamanya
Meninggalkanku disini...Sendiri..
Hanya ada kenangan masa lalu darinya
Jejaknya yang sempat menyentuh hatiku
Ku awali hidupku dengan merangkai kasih yg sempurna denganmu
Meski tak sempurna dimata orang lain tapi sempurna dimatamu
Aku bahagia saat kau ada disampingku
Menemaniku saat aq berduka
Menemaniku saat orang lain menjauhiku
Menemaniku saat aku butuh pelukanmu
Tapi semua itu sirna begitu saja
Sirna di pagi yang cerah
Dan takkan tampak lagi keindahanmu
Satu langkahku yang salah
Selalu mengubah segalanya
Apakah ada yang salah dalam relungku
Andai Tuhan menghendaki
Aku ingin ia mengabulkan sebuah doa yang tulus dari hatiku
Aq hanya ingin dirinya kembali ke dalam pelukanku
karena aq butuh dia
Tak ada seorang pun yang dapat menemaniku
Disaat aku sedang bersedih
Menatap langit yang luas
Menatap bintang yang berkedap-kedip
Berangan-angan
Andaikan ada yang paham perasaanku
Saat ini, detik ini
Aku sendiri
Tak ada yang lain saat ini
Aku berduka
Tak ada yang mempedulikannya
Ku berikan kepercayaanku padaMu
Ku yakinkan diriku terhadapMu
Ku percayakan smua yang ada dalam duniaku
Aku tahu..
Engkau kan berikan jalan untukku
Membuka hatiku tuk dapat merasakan indahnya duniaku
Membuka pikiranku tuk berpikir positif
Yang ku inginkan kini
Bawalah kepedihan pergi bersamaMu
Lenyapkanlah kesedihan ini
Jangan buat duniaku merasakan ketakuan
Biarlah hanya menjadi kata tak berarti
Tidak untuk kurasakan
Aku mulai tak tenang
Penuh kebimbangan yang tiada henti
Ku hilangkan dengan tawa dan canda
Tapi saat tawa dan canda selesai
Aku kembali bimbang
Aku pun takut
Ku coba berpikir positif
Tapi aku tak bisa
Ku coba beranikan diri menghadapinya
Tapi takut menggumpal dalam hatiku, jiwaku, bahkan tubuhku
Andaikan aku punya keberanian yang tinggi
Takkan ada lagi ketidaknyamanan ini
Andaikan kau disampingku
Mungkin kau bisa menenangkanku
Tapi tak seorang pun mengerti perasaan ini
Tak seorang ingin tau apa yang kurasakan kini, saat ini
Ku coba untuk memilih
Setitik pilihan namun sulit kuputuskan
Ku pikir pilihanku tepat
Dan takkan pernah menyesalinya
Tapi aku salah
Salah besar
Hingga menhadirkan penyesalan yang mendalam
Yang membuatku bosan
Yang membuatku kesal
Yang membuatku menunggu
Tapi tetap hadir walau tersakiti
Sempat ku menghadirkannya dalam doaku
Aku pun berterima kasih padaNya
Atas kehadiran sosok kusamnya
Namun sempat pula kuabaikan
Kini..
Saat ini..
Aq terbangun dari mimpi burukku
Aq tak menyakini
Tapi aq mencoba tuk percaya
Engkau mengirimnya untukku
Di sela-sela kehancuranku
ku tatap layar yang lebar penuh cahaya
ku temui titik pencerahan ada disana
membuatku membuka jalan pikiran yang tersesat
dan kuseka air mata yang berderai dengan derasnya
kerinduan mendalam di dalam hati yang hampa
pelukan hangat yang memenuhi jiwa dan raga
kecupan indah yang takkan terlupakan
terima kasih ku sampaikan hanya padamu seorang
ku sadari takkan dapat menyatukan pecahan hati yang telah hancur
hati yang hampa pun mulai ku isi kembali
dengan indahnya embun pagi yang menyejukkan
Walau singkat
Terlalu banyak kenangan yang sulit tuk ku hapus
Kini tak ada lagi kata2nya yang memikat hati
Hanya kata2 tak membahagiakan yang tertinggal
Tuhan..
Bolehkah aku lari dari kenyataan pahit ini
Jika ingin mengakuinya
Ku akui aku tak sanggup menjalaninya
Derai air mata slalu menghiasi
Saat aku mengingat wajahnya yang menghangatkan
Sampai kapan aku harus begini
Ragaku tlah lelah
Hati pun slalu terguncang tak karuan
Namun jiwa terus bersemangat menggapainya kembali